Bulan ini, kloter jamaah haji Indonesia tahun 2018 sudah mulai diberangkatkan. Kloter pertama akan diberangkatkan pada 16 Juli 2018, dan yang terakhir 15 Agustus 2018. Sedangkan pemulangan Jemaah haji akan dimulai dari 26 Agustus 2016 hingga yang terakhir pada 24 September 2018.

Lama ya? Selama 40 hari (jamaah ONH reguler) ngapain aja sih? Sudah pernah dibahas tahun lalu dan bisa dibaca di sini:

https://katasimami.com/2017/09/07/haji-ngapain-aja/

Lumayan ini dibaca-baca untuk sekedar tahu dan untuk persiapan barang bawaan, takut ada yang kelupaan.

Selain “ngapain aja” yang biasanya ramai diperbincangkan warga dunia adalah penggunaan toilet. Iya toilet di pesawat, juga toilet di hotel/apartemen di Saudi Arabia. Sebab jemaah haji berasal dari berbagai kalangan, mulai dari yang sederhana hingga yang hedon. Eh, hedon.. kalau pergi haji hedon-nya ditaruh dulu ya.. Ada yang biasa buang air di toilet marmer, ada pula yang biasa membuang hajat di tepi sungai. Ada yang fasih berbicara berbagai bahasa, ada yang nggak bisa baca pun tak paham bahasa Indonesia.

TOILET PESAWAT

Karena area yang terbatas, toilet pesawat atau yang lazim ditulis LAVATORY, juga dibuat berukuran mungil dan serba compact. Mungkin untuk mengatasi kebingungan bahasa atau penumpang yang tak bisa membaca, sering kita temui icon yang melambangkan sesuatu. Misalnya tempat sampah diberi icon keranjang sampah. Toilet/lavatory diganti dengan icon berbentuk orang. Lock/kunci diganti dengan icon gembok.

pintu lavatory

Ini pintunya, jangan lupa gerendelnya digeser agar pintu terkunci dan lampu menyala lebih terang. Dulu tempat duduk saya saat haji pas di dekat lavatory. Beberapa kali lihat penumpang yang lagi konsentrasi buang air ehh pintunya kebuka sendiri. Padahal banyak orang antri di depan pintu! Duhh.. makanya, belajar ngunci pintu Lavatory juga penting.

Ini adalah penampakan interior Lavatory yang diambil dari airline dot net:

airline dot net

No.1 dengan tulisan PUSH (tekan) adalah tempat sampah. Sering kita temui jamaah haji/umroh bingung ke mana membuang sampah, sebab mungkin belum tahu bahwa dibalik kaleng bertuliskan PUSH itu ada penampungan sampah besar. Semoga tutup lubang tempat sampah ini dilengkapi dengan icon orang membuang sampah, agar penumpang paham.

No. 2 keran air hangat dan air dingin. Cara membuka keran bermacam-macam tergantung type pesawatnya. Ada yang dipencet, ada pula yang otomatis memakai sensor. Tinggal sodorkan tangan, air mengalir dan menutup sendiri beberapa saat.

No. 3 tisue keras untuk mengeringkan tangan sehabis cuci tangan

No. 4 tissue gulung untuk membersihkan setelah buang air. Jarang sekali toilet pesawat dilengkapi bidet/semprotan (atau malah nggak ada?). Jadi jika tak nyaman bebersih hanya dengan kertas tissue, sebaiknya siapkan tissue basah sendiri atau botol air. Ceboknya ya di toilet, jangan pula jongkok di lantai, nanti becek berantakan.

No. 5 tissue wajah yang lebih halus, dipakai untuk mengelap wajah setelah cuci muka.

No. 6 toiletries – biasanya isinya sabun cair, lotion, dan cologne. Ini boleh dipakai seperlunya, nggak perlu dihabiskan atau dikantongin dimasukkan tas. Jangan!

No. 7 kertas alas toilet sekali pakai yang bentuknya sudah mengikuti bentuk toilet. Tinggal tarik selembar lalu letakkan di atas alas toilet. Jadi tak ada alasan  untuk jongkok di toilet duduk karena kotor, kan?

No. 8 lubang toilet yang memang terlihat kering, tidak tergenang air seperti toilet rumah. Kotoran akan disedot dengan angin yang kuat saat kita menekan tombol FLUSH.

No. 9 tombol FLUSH

Lantai toilet biasanya terbuat dari karpet atau karet yang (seharusnya) selalu kering demi kenyamanan dan kebersihan semua penumpang. Namun ada kalanya ada yang memaksakan diri bersuci dengan air kran di toilet tanpa mau membersihkan air yang berceceran di lantai setelahnya. Jika ada 50 orang saja yang bersuci serampangan dan abai membersihkan tetesan airnya, lantai toilet akan becek dan tak elok dilihat. Padahal biasanya 1 kloter terdiri dari 450 orang jamaah, dan toilet hanya ada beberapa saja. Jika sudah begini, suka kasihan dengan pemakai toilet berikutnya, apalagi mbak-mbak pramugarinya.

Ehh, bukankah ada keringanan jika tak memungkinkan berwudhu dengan air mengalir boleh bersuci dengan cara tayamum, ya?

TOILET APARTEMEN/HOTEL

Yak! Mungkin nanti jamaah haji bakal menemui toilet hotel/apartemen memiliki 2 closet seperti ini. Tapi jangan, sekali lagi JANGAN buang air besar di closet yang lubangnya seperti lubang wastafel itu (gambar kanan). Kemana nanti kotorannya pergi?

toilet 2

Tadinya saya pikir yang kiri dengan tabung air adalah khusus buat BAB, sedangkan yang tanpa tutup untuk BAK saja. Eh, ternyata closet yang tanpa penutup fungsinya untuk cebok doang. Jadi buang air di closet kiri, kalau sudah selesai pintong (pindah tongkrongan) ke closet kanan, buka keran. Hahaha.. Repot ya? Padahal slang bidet juga banyak dijual di toko-toko sekitar Masjid Haram dengan harga murah.

Jangan kau tanya mengapa, aku cuma punya hati… Lah kok malah nyanyi!

Untuk ketua rombongan, ketua regu baiknya siapkan kertas, spidol, dan perekat agar tak telanjur ada yang buang air besar tidak pada tempatnya. Penting!

TOILET DI MINA DAN ARAFAH

Toilet di camping ground Mina dan Arafah memang sangat sederhana. Entahlah sekarang, semoga sudah jauh lebih baik. Untuk sekian ratus orang, disediakan 1 bangunan toilet (terpisah laki-laki dan perempuan) dilengkapi dengan area bersuci. Ukuran toiletnya sekitar 80 cm x 1 meter dengan closet jongkok yang plong (tanpa genangan air leher angsa) dan bidet berupa slang kecil yang disambungkan ke kran. Shower untuk mandi terletak di atas closet dengan toggle air dingin dan panas.

Tak ada tempat sampah di dalam toilet, sehingga banyak yang membuang sampah (pantyliner bekas, tissue, kemasan sampo dll) di pojok toilet. Baiknya siapkan kantong untuk menyimpan sampah dan dibuang di tempat sampah besar di sekitar bangunan toilet.

toilet mina

Material dinding dan lantai sepertinya terbuat dari fiber, sehingga sering jamaah haji saling berpesan agar tidak masuk toilet lebih dari seorang. Takut lantai tak sanggup menyangga beban dan ambrol. Seringkali saat pagi atau sore antrian mengular panjang. Ada saja jamaah yang tak sabar (entah karena kebelet atau lelah antri) sehingga nekat menerobos masuk berdua dengan temannya.

Area berwudhu juga seringkali berubah fungus menjadi area cuci baju, sehingga menjadi licin dan kotor dengan sampah.

toilet mina 2

Foto-foto toilet ini diambil dari https://rizaalmanfaluthi.com/tag/arafah/ – di blog ini toilet di pertendaan haji juga dibahas lebih lengkap. – maaf ya, Mas pinjam fotonya, saya dulu nggak sempat fotoin toilet

Segitu tentang Haji dan Toilet, semoga bisa menjadi informasi bermanfaat buat yang orang tua, tetangga, teman, saudaranya mau berangkat haji. Semoga jamaah haji Indonesia bisa menjadi duta bangsa yang dikenal rapi, bersih, sopan, dan tertib.