Sudah 8 bulan berlalu sejak resto ini buka di ruko dekat rumah, tapi belum pernah nyoba mencicipi masakan-masakannya. Padahal tagline-nya menarik lho.. “Masakan Indonesia & Tradisional Benteng”

Sebagai manusia yang terjebak dalam masa lalu, tagline tradisional itu seharusnya mampu menarik untuk masuk. Tapi entah kenapa berbulan-bukan hanya berlalu, sambil sesekali melirik mobil antik berwarna merah yang terparkir di depannya.

Sampai akhirnya kemarin baca postingan Bung Harnaz di group Jalansutra tentang kedahsyatan nasi goreng di resto ini. Bahkan penulisnya nekat mengajak Pak Bondan Winarno untuk uji rasa di Kembang Bawang. Apa kata Pak Bondan? Hmm.. Maknyus 👌🏼

Cuss.. akhirnya semalem, berdua dengan anak laki, datang ke tempat ini. Pesan 1 porsi Nasi Goreng Cakalang Asap Kecombrang, 1 porsi Nasi Goreng Kencur, dan 2 bala-bala.

Nasi goreng dimasak sendiri oleh Mario, chef andalan resto ini yang adalah keponakan Oom Anton pemilik resto. Bunyinya sih menarik, suara cess dan gedumbrangannya serius, tapi sayang gak bisa ngintip karena dapurnya di belakang.

Nasi Goreng Kencur datang berselimut telur dadar dengan 2 iris ketimun dan kerupuk bawang. Aroma kencur yang segar dipadu dengan jejak asap (smoky flavor) dari proses penggorengan nasi membuat suapan pertama jadi kejutan menyenangkan. Ohh, nasi goreng rumahan banget!

Nasi Goreng Cakalang Asap Kecombrang disajikan seperti sebuah arakan karnaval. Bulir nasi yang meski mawur tapi tidak keras, irisan daun bawang, telur, daging ayam, cakalang asap, dan kecombrang bertaburan warna-warni menjadi paduan yang menggugah selera. Aroma smoky dari cakalang berebutan tampil dengan aroma asap proses penggorengan nasi. Potongan kecombrang menjadi seperti kembang api yang meledak di mulut menghasilkan rasa sedikit pedas yang unik. Ini bukan nasi goreng yang sarat kecap asin dan manis, atau dengan rasa gurih penyedap rasa. Ini nasi goreng dengan bumbu seimbang tak berlebihan, tapi menghasilkan reaksi, “Enaaaaaaakk..!”

Chef Mario adalah anak muda yang sempat mengenyam sekolah kuliner di Amerika Serikat. Dan sekarang pulang untuk menyajikan masakan rumahan bersama sang paman. Selain jejeran nasi goreng, ada juga menu Mie Kangkung yang sudah langka. Oom Anton juga berpesan lain kali untuk mencoba gado-gado yang katanya segar dan nikmat.

Psstt.. Oom Anton juga cerita, kalau taipan James Riady itu adalah penggemar berat ketupat sayur masakan Oom Anton! Hmm.. patut dicoba inih..

Baiklah, Oom Anton dan Chef Mario!

Lain kali balik lagi nyobain gado-gado dan nasgor pete. Juga soto dan mie kangkung-nya.. Terus jangan lupa pesen saya untuk pasang lampu di atas signboard biar tulisan Kembang Bawang-nya kalau malem tetap kelihatan. Juga spanduknya itu baiknya diganti dengan warna lebih eye catching.. 😜

#nyinyir

image2.JPG

Buat yang di seputaran Tangerang kota, lokasi ini nggak jauh dari Mal Tangcity, Mal Metropolis, Apartemen Modern. Lokasinya berjejer dengan Ayam Goreng Nusantara, Ayam Goreng Karawaci, Pempek Gama, Bapao Mandoya dll.

Sok atuh, mangga dicoba, rasanya nggak akan bikin kecewa! Harganya? Cukup bersahabat meski di tanggal tua..

Kembang Bawang

Ruko Modernwalk Blok MW No.9 Modernland – Tangerang, 0878-8300-5070 atau 0878-7871-0008

image3.JPG

Salam,

Candra