Qom terletak 125 kilometer di selatan Tehran. Jika ditempuh dengan perjalanan darat dengan mobil van yang disopiri Jaffar, teman kami yang menyetir sambil bikin kopi, bisa ditempuh dalam waktu 3 jam. Iya, Bro Jaffar nyetir sambil pegang gelas beling di tangan kiri, nuang air dari termos di tangan kanan, lalu aduk-aduk, serupuuut.. Setirnya di mana? Di siku! Hahaha..

image12.JPG
Jembatan ke arah Mausoleo

Qom adalah pusat keagamaan dan kota suci terbesar kedua bagi umat Syiah setelah Mashhad, di mana jenazah Fatima el-Masuma (sering juga disebut Hadrat Masumah) dimakamkan. Sepanjang tahun ribuan orang datang ke makam Fatima untuk berziarah.

***

Sekilas tentang Fatima el-Masuma

Fatima adalah putri Imam Musa al-Khadim (imam ke-7 dalam Syiah), yang juga saudari dari Ali ibn Musa Ridha, atau Imam Reza (imam ke-8). Gelar “Masuma” diberikan oleh Imam Reza kepada adiknya yang berarti “Ma’sum”, atau terbebas dari kesalahan. Dalam bahasa Inggris disebut “infallible”.

Imam Reza bahkan mengatakan, siapa pun yang mengunjungi makam Fatima sama dengan mengunjunginya. Imam yang lain (Wikipedia tidak menyebut namanya) bahkan mengatakan, siapa pun yang mengunjungi makam Fatima dipastikan masuk surga.. Ehmm..

Fatima tumbuh dalam asuhan 2 imam, yaitu ayahnya dan kakak laki-lakinya. Sejak kecil Fatima dikenal memiliki kemampuan istimewa dalam merawikan hadist. Ketika ia berumur 10 tahun, Harun al-Rasyid, kalifah ke-5 kekalifahan Abbasiyah memasukkan Imam Musa ke penjara. Kehilangan ayah, Fatima kemudian diasuh Imam Ali Reza yang saat itu berumur 25 tahun. Fatima dan Ali Reza sangat dekat karena keduanya saudara sekandung dari ibu Najmah Khatun, seorang budak dari Afrika Utara yang dididik ibu Imam Musa.

Fatima meninggal setelah konflik yang terjadi antara Imam Reza dan Kekalifahan Abbasiyah. Ia meninggal (rumornya diracun) dalam perjalanan menuju tempat Imam Reza di Khorasan, dan sebelum meninggal meminta dimakamkan di Qom.

source: Wikipedia

Saya pertama menyangka ini makam Fatima Az-Zahra putri Rasulullah, secara bangunannya luar biasa megah, lebih megah daripada Nabawi tempat Rasulullah dimakamkan.. Ternyata bukan..

***

Mengunjungi Makam Fatima el-Masuma

Makam Fatima di Qom adalah sebuah kompleks yang sangat luas, dengan 3 kubah besar dan 6 menara. Setiap harinya ratusan orang datang ke makam Fatima untuk berdoa dan berziarah. Mereka juga melakukan gerakan mengitari makam seperti orang thawaf. Karena kami bukan peziarah, jadi dilarang masuk ke makam, info tentang mengitari makam ini diambil dari Wikipedia.

image1.JPG
Gerbang Mausoleo Fatima el Masuma – Qom

Memasuki komplek makam Fatima tidak dikenakan biaya, namun pengunjung perempuan diwajibkan untuk memakai chador, yaitu kain lebar yang dipakai untuk menutupi seluruh badan. Disediakan kain chador dengan motif bunga-bunga berwarna cerah bagi turis perempuan yang ingin masuk. Mungkin sekalian untuk penanda dan pembeda dari peziarah yang memakai chador serba hitam. Kami pun harus didampingi guide international yang disediakan pemakaman, yang bisa berbahasa Inggris dan Perancis secara fasih, for free.

image2
Halaman kedua dengan kolam wudhlu
image5.JPG
Free International Guide for Tourist

Halaman pertama adalah lapangan luas dengan rumah keran air minum yang bersih dan disediakan gelas plastic sekali pakai. Memasuki halaman kedua, terlihat kolam dengan beberapa keran yang sepertinya dipakai untuk bersuci. Di halaman kedua ini terlihat peziarah laki-laki berdoa, di pintu dengan hiasan kaca berwarna emas. Memasuki halaman ketiga, terlihat lagi lapangan luas dan pintu berhias kaca warna perak tempat peziarah perempuan berdoa. Di beberapa ceruk dan sudut komplek pemakaman, banyak terlihat sekelompok orang yang mengucapkan syair (?) dalam nada yang mendayu seperti tengah berduka.

image9.JPG
Peziarah yang melantunkan syair

image3

image4.JPG
Gerbang Peziarah Laki-laki

Pemakaman ini dibangun secara bertahap oleh beberapa penguasa Persia dalam beberapa abad, sehingga sekarang jauh lebih besar, megah dan mewah dari bangunan awalnya. Sayang sekali kami tak bisa masuk ke dalam, dan komplek pemakaman terlalu ramai untuk membuat foto bangunan dari luar. Beberapa turis bersikap kurang patut dengan berswafoto sambil menginjak bibir kolam tempat bersuci. Mungkin mereka lupa bahwa ini tempat yang disucikan orang Syiah, bukan taman bermain.

image6.JPG
Gerbang Peziarah Perempuan

Tips:

  1. Berbicaralah kepada pemeriksa di gerbang masuk bahwa Anda adalah turis yang butuh bantuan guide dan juga pinjaman chador, mereka akan meminta kita menunggu sampai chador dan guide tersedia.
  2. Bersikaplah sopan karena ini adalah tempat suci tempat orang beribadah.
  3. Sebaiknya tidak berbicara dengan keras atau tertawa dengan bersuara, sebab mengganggu orang yang beribadah.
image7.JPG
Alas Dahi – disediakan di halaman
image8.JPG
Amazing Detail!
image10.JPG
Bersuci – Ablution area

Next city : Kashan