Iya, kenapa piknik kok milih Iran? Kenapa nggak ke Beijing lihat Great Wall, atau ke Sydney lihat Opera House? Atau ke United States lihat Wall of Fame, Disneyland, Vegas, NY, DC? Kenapa nggak ke Dubai lihat kecanggihan arsitektur masa kini?

Well, tentu saja saya ingin melihat tempat-tempat yang saya tulis di atas itu. Tapi bukan dalam daftar prioritas. Tiap orang memiliki kesukaan dan bucket list masing-masing, tergantung selera.

Suatu hari, saat buka-buka Pinterest, saya menemukan sebuah foto yang bagi saya indah luar biasa. Foto yang memperlihatkan desa kuno Masouleh saat rembang petang, ketika gelap belum gulita tapi lampu sudah mulai menyala. Saya tercenung lama. Saat itu saya belum tahu di mana tempat itu berada. Namun seketika saya memasukkan Masouleh dalam bucket list. I must go there!

Kemudian sesuai dengan Law of Attraction, karena ketertarikan saya pada desa Masouleh di Iran, berdatanganlah foto dan info tentang Iran. Ternyata di sana banyak bangunan kuno dengan arsitektur menakjubkan. Tak hanya luar biasa secara teknik, tapi juga indah tak terperi untuk dilihat.

Okay, makin greget pingin ke Iran!

Selain karena penasaran dengan keindahan alam dan arsitektur-nya, juga sekalian pingin tahu apakah memang benar apa kata orang-orang tentang orang Iran, tentang orang Syiah.

Tapi karena rute ke Masouleh (ke utara) ternyata berlawanan dengan destinasi lain (ke selatan), maka saya mengikuti keputusan group trip untuk skip Masouleh 😦

“Next time yaa.. ke Masouleh lalu bablas ke Armenia dan Georgia” #teteup #kekeuh 😀

Setelah browsing ke sana-sini, tanya sana-sini, jadilah detail daftar destinasi yang harus dikunjungi:

Tehran:

  • US Den of Espionage (anti US murals, scene of hostage crisis 1979) – failed
  • Masoudieh Mansion 200,000R
  • Golestan Palace 200,000R
  • Laleh Park – free
  • Milad Tower – 120,000R – 350,000R
  • Tajrish Bazaar – failed, ganti ke Tehran Bazaar but not recommended – too crowd
  • Darband – failed
  • Azadi Tower – failed

Qom:

  • Mausoleo di Fatima el Masuma – free

Kashan:

  • Tabatabei House – 200,000R
  • Agha Bozorg – 200,000R
  • Ameriha House – failed
  • Sultan Amir Bath-house – failed
  • Bazaar of Kashan – free
  • Maranjab Desert & Namak Salt Lake – 100,000R – better go in the morning.
  • Nooshabad Underground City – 150,000R
  • Abyaneh – free
  • Abassian House – close to Tabatabei and Bath-house – free

Esfahan:

  • Chehel Sotoun – 200,000R – better visit in early morning to see reflection of pillars on the pool
  • Sheikh Loftollah Mosque – 200,000R
  • Ali Qapu Palace – 150,000R – opposite to Loftollah Mosque, close maghrib
  • Vank Cathedral – 200,000R – with audio guide add 150,000R
  • Bazaar of Esfahan – free, close on Friday
  • Sio Seh Pol Bridge – free, better come in early morning (when nobody around) or sunset when the light on
  • Khajou Bridge – free – 2 km from Sio Seh Pol Bridge
  • Jame’ Mosque – free – close dhuhur to ashar
  • Manar Jonban – 200,000R shaking tower

Shiraz:

  • Nasir al Molk Mosque – 200,000R – deadly recommended
  • Vakil Mosque – 200,000R – deadly recommended
  • Vakil Bazaar – free
  • Shah-e Cheragh Shrine – free
  • Tomb Hafez – 200,000R – only tomb and souvenirs shops
  • Nagsh e Rostam – Darius Tomb – 200,000R
  • Persepolis – 200,000R
  • Arg-e Karimkhan – 200,000R – not recommended
  • Museum Naranjestan – 200,000R – not recommended

Yazd:

  • Tower of Silence – 120,000R
  • Jame Mosque – visit but not go inside
  • Old Town – make sure you bring the map
  • Pir-e Sabz Chak Chak – failed
  • Amir Chakhmag – enjoy the view from the rooftop of teahouse nearby
  • Dowlat Abad Garden – failed
  • Tourist Free Library – free, many good souvenirs and carpet/kilim – rooftop 50,000R or buy some drinks so you can enjoy sunset at rooftop for free

Perjalanan telah usai, jadi catatan-catatan yang patut diingat adalah:

  1. Tak ada transportasi umum (bus/kereta) dari bandara IKA ke kota Tehran. Sehingga opsi satu-satunya adalah naik taxi/angkot dengan tarif 20$ – lama perjalanan 45-60 menit tergantung lalulintas.
  2. Harga makanan (nasi kebab lengkap) take away di stall pinggir jalan sekitar 90,000R tapi jika di restoran 200,000R – 250,000R per porsi. Biasanya sih ukuran perut kita bisa dimakan berdua :))
  3. Bawa selalu botol minuman sebab banyak keran air minum di tepi jalan. Jika beli di toko 50,000R isi 12 botol 600 ml
  4. Agar mudah mengingat 100,000R = 41,111 Rupiah. Biasanya saya buletin 100,000R sebagai 40,000 Rupiah. Seringkali orang Iran menggunakan satuan T = Toman yang besarnya 10X Rials. Jadi 1T = 10R, 10,000T = 100,000R.
  5. Meski selama ini banyak disebut orang Iran suka menawarkan ta’aruf, namun selama 10 hari di sana saya tak sekali pun dita’arufi. Sehingga semua pembayaran sudah disepakati di depan, termasuk saat akan naik taxi.
  6. Saat naik bus kota, penumpang perempuan duduk di bagian belakang, sedangkan laki-laki di depan. Pembayaran dengan kartu atau uang saat turun. Bus hanya berhenti di halte, tak seperti Mayasari Bhakti atau Metromini :))
  7. Orang Iran mayoritas sangat ramah dan suka mengajak bicara, baik orang dewasa maupun anak-anak. “Hello, where are you from? Welcome to Iran!” Kami sering disangka orang Malaysia, meski selama di sana kami tak berjumpa dengan turis Malaysia. Orang-orang akan suka meminta kita foto bersama, atau mencuri foto diam-diam karena malu.
  8. Makanan yang banyak beredar melulu nasi dan kebab (kambing/ayam) disajikan dengan tomat panggang, irisan selada/kol, acar timun yang asem. Atau burger, hotdog, pizza yang rasanya yaa begitu deh..asem juga acarnya. Bagi yang sakau cabe, sebaiknya bawa sambel sendiri. Recommended sambel ikan Roa/Cakalang karena rasanya lebih nendang. Pun, susah nemu makanan berkuah bening yang segar, jadi mi instan cup atau cuanki instan adalah penyelamat di kala sakau makanan berkuah.

Iran tak seperti yang digambarkan orang-orang selama ini. Orang-orangnya hangat dan ramah, tidak seram dan menakutkan. Perempuan boleh menyetir mobil sendiri, atau menumpang motor di belakang. Bahkan saat malam larut, banyak perempuan Iran dan turis berjalan kaki dengan aman.

Infrastruktur-nya juga maju, jalan-jalan halus dari utara ke selatan. Banyak underpass untuk mengatasi kemacetan. Pedestrian juga tersedia luas, cukup untuk berlari-larian sepuasnya. Memang, di beberapa bagian tertentu masih ada jalan yang macet dan sempit, tapi average jalanannya sangat bagus dan manusiawi bagi pejalan kaki.

Banyak turis dari Eropa berkunjung ke Iran, terutama dari Perancis. Di setiap kota kita bisa mudah berpapasan dengan turis kulit putih setiap 5 menit. Mata uang dollar dan euro diterima sebagai alat transaksi di toko-toko souvenir/karpet. Beberapa toko besar juga melayani pembayaran dengan kartu kredit visa/master yang di-reroute ke Dubai.

Semoga info ini bermanfaat! Jika ada pertanyaan, sila tinggalkan komen di bawah.

Why Iran? Why not!


you may need info about Iran Visa for Indonesian, please visit here