Entah mengapa, meski tidak bisa menari, saya selalu menyukai hal-hal tentang ballet. Gerakan tarinya yang indah dan anggun, kelincahan memutar atau melompat yang memukau, wajah datar dengan rahang yang selalu sedikit mendongak, dan terutama ujung kaki yang mampu menopang keseluruhan berat badan.

***

Film produksi Canada ini mengambil setting di Perancis, terutama kota Paris tahun 1880-an. Adalah seorang gadis yang beranjak remaja bernama Félicie Le Bras, seorang yatim piatu yang tinggal di sebuah panti asuhan di Brittany, bagian barat Perancis. Sejak kecil ia berhasrat dan bermimpi untuk menjadi seorang penari. Kotak musik kecil yang ditinggalkan bersamanya di panti saat masih bayi, juga berisi penari ballet yang berputar mengikuti dentingan musik. Namun mimpinya mustahil terwujud jika ia tetap tinggal di panti. Maka kaburlah ia bersama Victor sahabatnya, ke Paris!

Film anak-anak ini memang tujuannya menghibur, itulah mengapa tokoh Félicie ini digambarkan sangat periang, tak pernah putus asa, kadang bandel, dan keras kepala. Khas anak-anak! Sepanjang film kita disuguhi gerakan-gerakan indah tari ballet dan juga tarian bebas dengan irama yang menghentak.

Sepanjang film diceritakan usaha-usaha yang dilakukan Félicie untuk bisa belajar menari di sekolah ballet. Beruntung ia ditampung oleh pegawai kebersihan gedung opera bernama Odette. Félicie kemudian masuk sekolah tari Paris Opera Ballet dengan memakai diam-diam identitas Camille Le Haut, putri majikan Odette.

Félicie sangat beruntung mendapatkan guru tari yang gigih melatihnya untuk lolos audisi. Meski punya hasrat besar yang mungkin tak dimiliki anak-anak lain, teknik tari Félicie masih jauh dari sempurna. Odette yang misterius ternyata mampu mengasah bakat dan membawa Félicie ke audisi final. Namun kecurangan Félicie akhirnya terkuak. Konflik Félicie dengan ibu dan anak Le Haut menjadi bumbu ketegangan di film ini.

Ada beberapa hal yang bisa kita ambil dari film animasi ini, seperti tagline di poster “Jangan pernah menyerah mewujudkan mimpimu”. Kerja keras adalah mutlak untuk mewujudkan keinginan, tak cukup hanya hasrat dan bakat. Kegigihan Félicie menjadi pesan yang disampaikan pada penonton anak-anak.

Film ini pun membawa pesan pada penonton dewasa yang mendampingi putrinya menonton, betapa kadang orang tua terlalu memaksakan mimpinya untuk diwujudkan oleh anaknya.

Tokoh-tokoh dalam film digambarkan sangat manusiawi. Ada yang memang ambisius dan pendendam seperti Madame Le Haut. Ada yang terlihat kejam namun ternyata baik hati, seperti penjaga panti. Pun tokoh Camille digambarkan sangat natural, Anda akan mendapatkan kejutan di akhir cerita. Inilah yang terasa beda dengan film produksi Walt Disney.

Apakah sejak awal Anda berharap kotak musik ballerina yang disimpan Félicie akan membawanya ke sebuah keluarga kaya raya yang kehilangan bayinya seperti ending pada kebanyakan film anak? Tonton sendiri film-nya, dan nikmati kejutannya!