SILENCE – Resensi Film

Berlatar Jepang di tahun 1640-an, saat kegiatan penyebaran agama Katholik mendapatkan perlawanan dari penguasa. Film dibuka dengan adegan penyiksaan para misionaris oleh penguasa, di sebuah onsen di Nagasaki. Misionaris dipaksa untuk mengingkari keimanan mereka. Sebab bagi penguasa Jepang, agama baru dianggap sebagai gangguan. Diibaratkan oleh Inoue-sama, penguasa distrik Chikugo, bahwa kedatangan Spanyol, Portugis, Belanda, dan Inggris ke Jepang ibarat lelaki dengan 4 selir cantik yang … Continue reading SILENCE – Resensi Film

LION – Resensi Film

Based on True Story Film dengan latar kehidupan riil India selalu menarik, meski kemiskinan tak pernah nyaman untuk dinikmati walau dikemas seindah apapun. Apalagi jika kita pernah menyaksikan sepotong dua potong scene yang serupa dalam sekilas perjalanan menyusuri daratan India. Meski berjudul Lion, singa hanya hadir dalam satu adegan itu pun dalam wujud patung di sebuah kuil di Kalkota. Saroo kecil terlahir dalam keluarga miskin … Continue reading LION – Resensi Film

SUKSES – Penampakan vs Kenyataan

Yang terlihat hidup enak, tajir melintir, jalan-jalan terus, rumah megah, mobil mewah, makan di resto wah, perhiasan gemerlap indah itu.. Kadang kita gak lihat perjuangannya.. Gak kita lihat ngiritnya buat ongkos jalan-jalan.. Gak kita tahu kerja kerasnya hingga kaki jadi kepala, kepala jadi kaki.. Gak kita lihat bersakit-sakitnya jatuh bangun mengais rejeki.. Gak kita tahu air mata dan doa yang terburai dalam sunyi.. Jadi nggak … Continue reading SUKSES – Penampakan vs Kenyataan

Ballerina, Sebuah Resensi Film

Entah mengapa, meski tidak bisa menari, saya selalu menyukai hal-hal tentang ballet. Gerakan tarinya yang indah dan anggun, kelincahan memutar atau melompat yang memukau, wajah datar dengan rahang yang selalu sedikit mendongak, dan terutama ujung kaki yang mampu menopang keseluruhan berat badan. *** Film produksi Canada ini mengambil setting di Perancis, terutama kota Paris tahun 1880-an. Adalah seorang gadis yang beranjak remaja bernama Félicie Le … Continue reading Ballerina, Sebuah Resensi Film

Kacamata Kita

Tiga orang wanita pergi ke pantai bersama-sama. Dengan topi lebar masing-masing yang nangkring di kepala. Rambut tergerai ditiup angin membuat leher jenjang mereka tampak makin mempesona. Mereka lalu memilih lokasi dan menggelar alas duduk di atas pasir, di bawah pohon kelapa yang tumbuh miring. Sambil tergelak dan berceloteh riang mereka membuka bekal makanan. Gossip-gossip tentang cowok ganteng, tentang makanan enak, tentang lagu yang sedang hit … Continue reading Kacamata Kita