Sudah beberapa hari ini, berturut-turut nemu bulu mata jatuh di atas meja kerja. Tentu saja itu rontokan bulu mataku, yang jumlah dan panjangnya tak seberapa. Yang lengkungnya beradius besar, hingga tak ada lentik-lentiknya.

Dulu waktu masih kecil, sering kita mendengar bahwa jika bulu mata kita ada yang jatuh, berarti ada yang sedang merindukan kita. Sehelai bulu itu kemudian kita letakkan di telapak tangan, lalu kita tepok. Jika bulu berpindah telapak, berarti yang sedang rindu tempatnya jauh. Lantas pertanyaannya, kalau bulu mata tak berpindah, mengapa ada orang yang keberadaannya dekat bisa merindukan kita? Entahlah..

Sekarang kalau nemu bulu mata tergolek di depan keybord, I just simply blow it away. Tak ada guna menebak-nebak siapa kiranya yang sedang rindu. Sekarang rontoknya bulu mata hanya berarti satu hal, bahkan bulu pun perlu ‘rontok tumbuh hilang berganti’. Semoga bulu baru yang kelak tumbuh lebih kuat, lebih panjang, lebih lentik.

Bukankah itu sesuai dengan pepatah, “Jika Tuhan mengambil sesuatu darimu bukan berarti sedang menghukummu, mungkin Tuhan akan memberikan sesuatu yang baru”? Baru belum tentu lebih baik, tapi bolehlah berharap bulu mata baru yang lebih panjang dan lentik!
Teteup..!

Buat kamu yang usianya baru, semoga penuh harapan untuk menjadi lebih baik!