Berada di Jl. Ki Samaun Tangerang, Pasar Lama adalah pasar tradisional kecil yang menyediakan bahan makanan terbaik. Sayuran dan ikan tersegar, kue tradisional terenak, bumbu pilihan, dan makanan juara.

Lokasi bisa dijangkau juga dengan moda transportasi Commuter Line yang berangkat dari St. Duri dan turun di pemberhentian terakhir St. Tangerang di Jl. Ki Asnawi. Dari gerbang stasiun tinggal jalan kali 1 kilometer, jika lelah ada banyak becak siap mengantar.

Yang disebut pasar, sebenarnya adalah jalan kecil yang paralel dengan Jl. Ki Samaun. Dimulai dari Tugu Jam di persimpangan Jl. Ki Samaun dan Jl. A Damyati, hingga berakhir di persimpangan Kelenteng Boen Tek Bio.

IMG_3811[1].JPG
Kelenteng Boen Tek Bio – di malam hari
Toko berjajar di kiri kanan jalan batako kecil ini, dengan pedagang kecil memakai meja dan tenda memenuhi depan toko. Hingga menyisakan ruang lalu lalang untuk pembeli tak lebih dari 1 meter saja. Sehingga jika ada becak, gerobak, atau motor masuk untuk mengantar dagangan, seruan mulai terdengar bersahutan, “Awas pantat! Geser dikit! Barang panas!”

maybe-10-fish
Pasar Lama – Fish Seller

Di dalam pasar, selain terdapat Kelenteng Boen Tek Bio, juga terdapat Museum Benteng Heritage yang terletak tak jauh dari kelenteng. Museum ini dimiliki oleh pribadi, yaitu Bapak Udaya Halim, seorang pengusaha di bidang pendidikan, namun terbuka untuk umum.

IMG_3825[1].JPG

Museum Benteng Heritage adalah gambaran rumah tinggal orang Tionghoa kaya Tangerang di jaman sebelum kemerdekaan. Tiang dan ornamen di dalam rumah/museum dipenuhi dengan relief dan ukiran 3 dimensi yang rumit. Pintu dari papan kayu yang berat dengan kuncian unik masih dipertahankan agar generasi kini bisa memiliki gambaran akan masa lalu.

IMG_3812[1].JPG
Pak Udaya Halim, di depan Museum Benteng Heritage, Cap Go Meh 2015
Lantai atas museum/rumah berlantai kayu dan diisi dengan berbagai koleksi barang antik yang dikumpulkan satu per satu oleh pemiliknya, Pak Udaya. Pria ramah bertubuh besar ini, jika Anda beruntung bisa bertemu saat berkunjung, sangat ramah. Beliau selalu antusias menjelaskan sejarah dan perjuangannya membangun museum dengan runut dan menarik.

Di dalam museum juga terdapat ruang koleksi kamera. Puluhan kamera antik dipajang di lemari-lemari kaca, bersama dengan beberapa koleksi gramophone yang beberapa masih bekerja dengan baik. Jika beruntung, kita bisa menikmati satu dua lagu diputarkan dengan alat musik kuno ini.

Beberapa toko terlihat unik dan antik karena pemiliknya masih mempertahankan eksterior toko secara turun menurun. Salah satu contoh adalah Toko Abadi yang menjual perlengkapan sembahyang ke kelenteng. Bahkan pemilik toko pun gayanya abadi, duduk di depan toko membaca koran dengan kaki disilang

IMG_3824[1].JPG
Toko Abadi
Juga toko beras yang berjualan sejak tahun 1952 yang dijalankan oleh dua saudara (Des 2015 salah seorang dua saudara ini berpulang, sehingga digantikan oleh generasi berikutnya)

IMG_3822[1].JPG
Toko Beras
Tepat di depan toko beras, ada Pak Sajum, penjahit berkaki satu.

IMG_3823[1].JPG
Pak Sajum minta difoto di depan kiosnya
Foto-foto berikutnya adalah serupa gallery foto yang membingkai kegiatan sehari-hari di Pasar Lama Tangerang, tempat saya jatuh cinta pada pasar tradisional. Cinta yang tak pernah berakhir..

Hope you enjoy the photos!

maybe-07-vegetables
Pasar Lama – Transaction
maybe-06-flowers
Pasar Lama – The Florist
maybe-03-fish-market
Pasar Lama – Waiting
14070582
Pasar Lama – Lalap
14070577
Pasar Lama – Arranging
14070489
Pasar Lama – Fresh Meat
14070073
Pasar Lama – The Color of Vegs
14070043
Pasar Lama – The Color of Vegs 2
IMG_3816[1].JPG
Group Keroncong Pasar Lama
img_38141
The Florist – 2
IMG_3813[1].JPG
Fresh Meat – 2