Mie ayam khas Jawa Timur, tepatnya Malang ini rasanya ringan. Karena bumbu yang terasa hanya bawang putih dan lada (merica).

Beda dengan mie ayam ala Jawa Tengah yang dijual mas-mas itu, ayamnya berbumbu kecap mlekoh. Taburan ayam di cwi mie ini warnanya putih bersih dan kering (mawur).

Karena sulit menemukan cwi mie dengan rasa pas di daerah Tangerang, saya sering membuat sendiri masakan ini di rumah. Sementara untuk konsumsi keluarga, nanti kalau sudah pensiun mungkin bisa dijadikan usaha. Aih, day dreaming..

Resepnya ala mertua:

Taburan ayam dibuat dengan merebus dada ayam lalu dipotong dadu kecil. Lantas ditumis dengan bumbu bawang putih, lada dan kecap asin saja. Tumis sampai kering (mawur), sisihkan.

Versi lain, daging ayam cincang segar ditumis hingga kering dengan bumbu yang sama.

Minyak ayam dibuat dengan menggoreng kulit ayam ke dalam minyak bersama bawang putih sampai kulit kering mengkerut, sisihkan.

Plating:

Rebus mi (beli mi jadi di pasar) ke dalam air yang banyak. Sementara, siapkan mangkuk isi dengan sesendok minyak ayam, kecap asin, minyak wijen, lada putih bubuk. Masukkan mie yang sudah direbus, aduk-aduk merata.

Selipkan selada segar (di foto nggak ada), lalu taburkan ayam, irisan daun bawang, bawang merah goreng.

img_38091

Makan bersama acar ketimun dan acar cabe. Endess…!

Oiya, untuk daun bawang, pilih daun bawang yang kecil-kecil. Nggak tau bedanya dimana, tapi rasanya beda.