Perjalanan ke India kali ini terbagi menjadi 2 etape. Eciyee, etape! Udah kayak rally aja pakai etape. Eh tapi emang iya, kita macam rally – secara jarak tempuh on road yang luar binasa bikin pantat pengeng!

Etape 1 – Agra & Rajasthan

IMG_4310[1].JPG

Nah, kebayang kan kalau semua rute biru itu dijalani dengan menggunakan mobil selama 4 hari?

D1 : 4 Sep 2016 tiba di Delhi pagi jam 06.00 lalu menuju Agra (Taj Mahal), berangkat jam 8.00 tiba jam 11.00 – dari Agra langsung ke Fatehpur Sikri (42 km dengan waktu 1 jam). Menjelang malam berangkat ke Jaipur dan tiba tengah malam karena hotelnya susah dicari.

D2: 5 Sep 2016 start to explore Jaipur, ibukota provinsi Rajasthan. Destinasi pertama tentu saja Hawa Mahal alias Istana Angin yang terkenal itu. Selepas siang menuju Udaipur dan tiba sekitar jam 21:30

D3: 6 Sep 2016 bangun pagi-pagi dan keliling sekitar hotel. Siang ke Udaipur Palace. Kemudian langsung berangkat ke Jodhpur, Blue City

D4: 7 Sep 2016 pagi-pagi menikmati pemandangan surgawi dari rooftop hotel yang menyajikan Merahgarh Fort dan rumah-rumah bercat biru bertebaran. Siang hari berangkat kembali ke Delhi, dengan estimasi 10 jam. Namun..

D5: 8 Sep 2016 tiba di Delhi jam 4 pagi lalu menjelang siang explore Old Delhi, Spice Bazaar, Red Fort. Malam hari jam 22.00 berangkat Delhi – Manali

Etape 2 Delhi – Leh – Srinagar

IMG_4311[1].JPG

D6: 9 Sep 2016 tiba di Manali kesorean karena sopir lelet. Dari Manali mobil ditukar dengan Innova dengan sopir specialisct Himachal. Karena kemaleman, diputuskan menginap di Keylong instead of Sarchu (penginapan tenda di lembah) yang berada di setelah Zing Zing Bar. Untung saja tidak jadi nginap di Sarchu, beku!

D7: 10 Sep 2016 berangkat dari Keylong 8:30 dan tiba di Leh 22:00 – perjalanan Keylong ke Leh sungguh luar biasa. Ya luar biasa pemandangannyaa, ya luar biasa medannya. Jalan berliku, naik turun, debu, dingin, angin, oksigen yang semakin menipis – saya pun ‘nembak’ di beberapa kilometer sebelum Thang la Pas, the second highest pass in the world.

D8: 11 Sep 2016 aklimatisasi di Leh. Keliling seputaran kota tua Leh, sambil ngincer beberapa oleh-oleh.

D9: 12 Sep 2016 harusnya di Indonesia ini Idul Adha, tapi di Leh yang mayoritas muslim Syiah lebarannya 13 Sep 2016. Hari ini rafting di Sungai Zanskar, di daerah Nimmu

D10: 13 Sep 2016 sholat Ied di Leh yang hanya diikuti oleh jamaan laki-laki. Namun karena kami tamu asing, selepas sholat dijamu spesial dengan makanan khas dan chai.Selepas siang menuju Nubra Valley, tiba di Hunder selepas maghrib

D11: 14 Sep 2016 mengawali pagi dengan berkunjung di Samstanlink Monastery di Sumur lalu menuju Pangong lake dengan rute yang uuugh! Tiba di Pangong sore hari namun langit mendung. Menginap di tenda yang serasa kulkas, dingin! Tapi lebih dingin lagi kalau tidur gelar tiker di luar! Hahaha

D12: 15 Sep 2016 Pangong Lake di pagi hari was so amazing! Just like heaven on earth. Jam 9.00 kami meninggalkan Pangong menuju Leh dengan melalui Changsa la Pas, mampir di Hemis Monastery yang sedang ada Naropa Festival 12 tahunan, dan Thiksey Monastery yang mempesona.

D13: 16 Sep 2016 jadwal aslinya sih kami berangkat pagi-pagi agar tiba di Kargil sebelum malam, sebab masih daerah pasca konflik. Namun suami tiba-tiba sakit langsung parah dan harus dibawa ke rumah sakit pemerintah, yang kebetulan kosong karena hampir semua tenaga medis pergi ke Hemis untuk mendengarkan ceramah semacam tabligh akbar. Akhirnya meninggalkan Leh selepas dhuhur dan tiba di Kargil malam.

D14: 17 Sep 2016 Kargil di pagi hari sungguh unik. Namun tak ada waktu, kami harus tiba di Srinagar sebelum gelap, jadi harus berangkat pagi benar agar bisa mampir Sonamarg.

D15: 18 Sep 2016 berangkat meninggalkan house boat di Dal Lake jam 7 pagi meski pesawat kami jam 11 karena konflik sedang memanas. Pemeriksaan badan dan bawaan di pos tentara yang masih jauh dari bandara. Tiba di Delhi sore hari dan menunggu flight malam untuk terbang ke Indonesia transit Singapore.

D16: 19 Sep 2016 tiba di SHIA sebelum dhuhur